Book: Clockwork Prince

The sequel to the #1 New York Times Bestseller
CLOCKWORK ANGEL
 
Sinopsis:
 
“Tessa Gray akhirnya menemukan tempat bernaung yang aman bersama para Pemburu Bayangan. Sayangnya, keamanan terkikis ketika sebagian anggotan Kunci bersekongkol untuk melengserkan pelindung Tessa, Charlotte, dari kursi pimpinan Institut. Dengan bantuan Will yang tampan dan sering menghancurkan diri sendiri, juga Jem yang sangat kuat pengabdiannya, Tessa mengetahui bahwa latar belakang orangtuanya lebih menakutkan daripada yang pernah dibayangkannya. Ketika mereka berhadapan dengan iblis clorkwork  yang membawa peringatan bagi WIll, mereka sadar sang Magister mengetahui setiap gerakan mereka dan pasti ada pengkhianat di antara mereka.”
Clockwork-Prince 9786029346787
 
Baru saja selesai baca ini.
Ceritanya keren, semua tokohnya oke, dan suka banget tokoh utama perempuannya yaitu Tessa karena dia gak egois, cara berpikirnya jalan, dan bukan ratu drama kayak Clary pfffffft hahaha maaf ini dendam pribadi :p
Serius deh suka sama Clorkwork Prince banget, ceritanya ngalir kayak tanpa cela gitu yah kecuali ada kesalahan tulis seperti harusnya kereta kuda malah ditulis kereta api. Beda jauh tapi gapapa lah.
Di tulisan ini, dyah mau fokus bahas kisah Will-Tessa-Jem. Kenapa? Gapapa. Ini menarik 🙂 Cekidot aja lah ya
 
“Aku merasa terkikis, bagian diriku yang baik, jujur, dan tulus. Kalau kita menjauhkannya dari diri sendiri cukup lama, apakah itu hilang dari kita sepenuhnya? Kalau tidak ada orang yang memedulikan kita sama sekali, apakah diri kita bahkan benar-benar ada?” – Will (dalam percakapan dengan Magnus, hlm 209)
 
“Ini  memang tentang Tessa. Aku sudah tahu.”
Will merona, ada semburat warna pada wajahnya yang pucat. “Bukan cuma Tessa.”
“Tapi kau mencintainya.”
Will menatapnya. “Tentu saja cinta,” katanya akhirnya. “Dulu, kupikir aku tidak akan pernah mencintai siapa pun, tapi aku mencintainya.” (hlm 192)
 
 
Aku merasa diriku memudar, menghilang ke dalam ketiadaan, karena kalau tidak ada orang yang memedulikan kita sama sekali, apakah diri kita benar-benar ada? – Tessa, ditulis dalam surat “buku hariannya”
 
Ia tahu bahwa surat-surat ini telah ditemukan, bahwa Charlotte telah membacanya, tetapi kenapa surat-surat ini ada di kamar Will, tersembunyi di antara halaman-halaman bukunya, alih-alih di tempat lain?
 
 
Kelihatankah? kata-kata Will identik dengan yang ditulis Tessa, Will mengutip kata-kata Tessa.
 
 
Nah saatnya bahas Will hehe Will suka baca buku. Di kamarnya ada rak berisi buku-buku, buku-buku juga tersebar di lantai, meja, kasur. Dia udah baca Wuthering Heights dan A Tale of Two Cities. Will suka banget puisi, kebiasaan dia ketika berbicara adalah kadang mengutip puisi yang nyambung sama apa yang lagi dibicarakan.
 
 
Dyah belum baca buku pertamanya tapi di buku ini saya bisa menangkap settingnya. Yg pasti settingnya adalah London, Inggris, dan setting waktu cerita ini berlangsung jauh sebelum setting waktu di seri Mortal Instruments. Setting waktu di seri ini berlangsung ketika kereta kuda masih digunakan dan ketika kereta api berjalan dengan uap hitam mengepul yang mengotori langit. Entah itu zaman kapan, tapi di buku ini sempat menyebut suatu bangunan yang didirikan sekitar abad ke-18. Saya rasa cerita ini berlangsung setelah abad ke-18 *sok tau :p*. Di buku ini juga banyak disebut-sebut tentang tata krama dan keharusan berperilaku seorang lady. Yah yang pasti hal itu menunjukkan kalau itu zaman dulu banget lah ya karena dari buku-buku yang saya baca, kebanyakan benak perempuan diisi dengan kehati-hatian dalam berbuat karena gak ingin merusak citra dirinya sebagai seorang lady tapi disitu saya jadi mikir, berarti karya-karya seperti Wuthering Heights dan A Tale of Two Cities terlahir sudah lama sekali. Iya tidak ya? Entahlah… saya tersesat. Takut salah mengenali ruang dan waktu hahaha
 
 
Apakah seperti ini mencintai seseorang? Bahwa setiap beban dibagi berdua, bahwa orang itu bisa memberi kita rasa nyaman tanpa kata maupun sentuhan? – Tessa, ketika tangan Jem berada dalam genggamannya (hlm 583)
 
 
“Kaulah rumah bagiku sekarang.” – Jem (kepada Tessa, hlm 583)
 
Ketika apa yang selama 5 tahun Will yakini ternyata sebuah kebohongan, Will merasakan adanya harapan, untuk bisa berada di sisi Tessa, tetapi saat itu Tessa sudah menjadi milik Jem, parabatai nya, orang lain selain Tessa yang disayangi Will.
Saat ini Dyah bener-bener bingung mau mihak siapa. Jika dulu Dyah lebih mihak Jace soalnya gak terlalu suka Simon, saat ini Dyah bener-bener gak bisa milih. Dulu banyak orang bilang Jem sangat malang: dia yatim piatu, juga punya penyakit yang akan merenggut hidupnya dalam waktu singkat tapi sekarang coba lihat Will: dia dulu menjauhkan semua orang yang dia sayang karena dia percaya kutukan itu, dia pengen keluarganya selamat, dia bersikap buruk sama Tessa. Sekarang lihatlah, keluarganya ada tapi bahkan dia gak bisa mendekati mereka untuk bilang kalau dia sayang, lihatlah dia ingin menyampaikan rasa cintanya ke Tessa tapi Tessa sudah jadi milik Jem.
 
 
“Yang dia butuhkan sekarang adalah mencintai dan dibalas cintanya. Hidupnya tidak mudah bagi orang semuda dirinya. Aku hanya berharap gadis itu mengerti.” – Magnus (hlm 559)
 
 
Dyah gak tau cinta Will buat Tessa bagaimana, kekanakan atau tidak, Dyah belum bisa berpendapat tapi yang pasti cinta Jem-Tessa maupun sebaliknya Tessa-Jem sangat dewasa. Dulu Dyah mihak Will untuk sama Tessa, sedangkan Jem nya buat Dyah aja. Sekarang Dyah bahkan gak tega buah nentang Jem sama Tessa. Will yang malang…
 
 
“Will? Itu kau ya, Will?” – Jem
Itu cara Jem manggil Will, kebayang kan seberapa sayangnya Jem ke Will. Ah… Itu Jem yang penuh sayang ke Will 😦
 
 
Jem adalah orang yang dicintainya sebagaimana jiwanya sendiri. – Will
 
 
“Kau berharga segalanya, Will.” – Jem
 
 
Will maju beberapa langkah lagi. Dia telah menghabiskan begitu banyak waktunya di kamar ini sehingga dia mengenal tempat ini sama baiknya dengan kamarnya sendiri. Kursi berlengan tempat Will menghabiskan malam yang tak terhitung jumlahnya, mengamati Jem tidur, menghitung napas Jem sambil berdoa. – yaampun kelihatan banget kan kalau Will juga sayang Jem sebagai saudara sedarahnya, dan yah Will orang yang paling berjuang demi penyakit Jem 🙂 (hai, yang ngomong ini Dyah haha)
 
 
Will dan Jem parabatai. Sama seperti Jace dan Alex. Tapi kalau baca buku ini pasti kerasa deh kalau hubungan mereka udah dalam banget. Jem sayang Will, begitu pula Will sayang Jem. :’) Di bawah ini ingatan Will saat proses upacara mengikat mereka jadi parabatai. Di buku ini dijelasin  parabatai itu gimana 😉 lebih dari sekedar parabatai.
 
 
Will memejamkan mata. Dia melihat ruang dewan berbatu basal hitam, dua lingkaran terbakar di lantai. Jem melangkah dari lingkarannnya ke dalam lingkaran Will, sehingga mereka menghuni ruang yang sama, dikelilingi oleh api. Will teringat kata-kata sumpah parabatai.
Kemana pun kau pergi, aku akan pergi; di mana pun kau mati, aku akan mati, dan di situlah aku akan dikubur: sang Malaikat, wujudkanlah, dan terlebih, izinkan kematian saja yang memisahkan kau dan aku.
 
 
 
Aku tidak mengharapkan Institut akan menjadi rumahku, tapi seiring waktu yang kuhabiskan di sini, aku sadar bahwa aku adalah Pemburu Bayangan sejati. Dengan satu atau beberapa cara darahku memberitahuku bahwa aku dilahirkan untuk ini.
 
      Will
 
 
 
Tulisan yang berwarna hijau menandakan deskripsi yang dirasakan, dipikirkan ataupun diyakini oleh nama yang tertulis disampingnya.
Tulisan yang berwarna biru adalah kata-kata dalam buku yang saya kutip besar-besaran tanpa pengeditan, hanya skip satu atau dua kalimat.
 
capture20130803142811
 
Gimana kelanjutannya ya? HAHA sesungguhnya pengen banget upload foto sesuatu tapi nanti ketauan akhirnya gimana aaaaaa. Baru nemu di google dan shock abis liat foto itu em foto apa ya? Hint: foto silsilah keluarga 😉
Dan lihat itu yang font nya beda? Itu apa ya? Tulisan Will? tebak sendiri deh, atau baca bukunya biar tau :p hahaha
Segitu dulu kali ini.
 
 
Yang selalu menantimu, Jem.
      Dyah
 
 
Kalau tidak ada orang yang memedulikan kita sama sekali, apakah diri kita benar-benar ada?

Advertisements

One thought on “Book: Clockwork Prince

  1. Buku ini masuk dalam daftar timbunan, alias ‘diperam’ dulu sampai dapat 1 seri lengkap baru dibaca hehe, soalnya suka ‘gregetan’ lagi seru-serunya baca, eh ketemu ‘to be continue’ …. (jadi pengen gigit sesuatu rasanya)
    *kunjungan-balik-dari-HobbyBuku*
    PS : jangan lupa ikutan kuis minggu ke-2 yang dimulai besok senin ya 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s