Unek-unek Tentang Buku

Ada begitu banyak kebiasaan buruk mengenai gue dan buku. Salah duanya yaitu menangis dan menjadi benci ketika menemui akhir yang tidak happy ending.  Tapi kenyataannya ada sangat banyak cerita yang tidak berakhir dengan bahagia. Terlebih lagi ketika dalam suatu cerita gue menemukan tokoh yang gue suka dan kagumi tapi berakhir tragis untuk sekadar menjadi kenangan. Mungkin gue terlalu kritis (?) atau terlalu kacau buat mengerti tapi entah kenapa gue selalu berpikir “lo orang baik. mengorbankan yang lo punya buat sesuatu hal/orang lain. tapi bisa apa kalau lo ga ada di momen bahagia. yang artinya lo ga ada dalam ending yang bahagia.”

Entah kenapa, jika berhubungan dengan buku dan kisah didalamnya gue selalu berpikir gitu. Bukan benci sih, mungkin cuma kecewa aja karena jalan pikiran kebanyakan penulis ga pernah sama kayak gue haha. Tapi ya menurut penulis mungkin itulah yang dapat menghidupkan cerita yanga ada. Mau contohnya? Boleh. Yuk. Tapi ada terlalu banyak sampe gue udah lupa. Yang terbaru aja ya.

 

Cal. Callahan.

Dalam novel Hex Hall. Kurang baik apa ya tokoh yang satu ini?  Masih nggak ngerti kejadian yang terlalu cepat itu intinya dia tiba-tiba terkubur dalam sebuah lubang ketika menyelamatkan orang yang disukainya: Sophie. Awalnya cuma yang Sophie terkubur, hampir mustahil dia bisa selamat karena pembaca mantra pun bisa ikut terkubur dalam ritual itu. Tapi puff! Cal berani nolong!!! Bukan Archer kan ya? Tapi sudut pandang kembali tajam buat Sophie dan dor! waktu udah berlalu sebulan. Ingatan Sophie buat Cal ya mimpi buruk tentang terkuburnya Cal selama sebulan setelah hari itu dan yaudah balik lagi ke Archer.

Di situ gue mikir “gue harus apa?” ini ga gue banget… Ya gitu deh hahaha terlalu rumit aja kalo buat gue bisa ngerti itu 😐 Cinta sih ya, ga bisa diprediksi juga.

Cal. Penyembuh. Tunangan. Cinta Hex Hall. Pada akhirnya dia kembali ke Hex Hall.

Ga pengen ada farewell deh buat Cal :’)

 

Gale.

Ada yang tau ini Gale di cerita apa? Ini Gale di Hunger Games. Ada yang tau akhir buat Gale gimana?Kalo yang gue tangkep sih gini ya… Katniss ga pernah bilang kalau dia ga cinta Gale. Katniss juga ga pernah bilang kalau dia cuma cinta sama Peeta. Dia cuma bilang dia butuh dandelion-nya alias Peeta. Yang misahin Katniss dan Gale cuma sebuah berita tentang Gale yang mengabdikan diri di distrik 4 dan sudut pandang Katniss yang bilang kalau dia dan Gale sama-sama seorang “api”. Jatohnya sama sih ya, tragic. Haha terlepas dari definisi tragic itu sendiri…

Mungkin jalan keluar biar gue ga menggerutu sendiri gini tuh gue bikin cerita sendiri kali ya?

Tapi hobi gue membaca. Hahaha. How? Yah butuh bertemu sama penulis yang berpikiran sama kayak gue sih ya. Berharap nemuin secepatnya… *mulai ngelahap buku lagi

Mungkin nanti kalau mood bakal bikin review Spellbound, buku ke3 dalam serial Hex Hall. Mungkin yah mungkin… Lagi kecewa gini 😛

Bye. See you very soon ya 🙂

 

PS: ternyata nama Archer yang sesungguhnya tuh Daniel. Pfft.

 

Advertisements

2 thoughts on “Unek-unek Tentang Buku

  1. Tulisannya bagus-bagus ya kak 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s