September dan 9-hari-nya-survivor Part II

Ngebut nih, menyelesaikan postingan yang tertunda. Karena 2013 akan segera datang, maka hutang kepada 2012 harus segera dilunasi. Huft -_____- Kejar setoran.

Oke marilah kita lanjutkan cerita mengenai perjalanan Studi Lapang Jawa-Bali Angkatan 55 SMK-SMAK Bogor. Cerita hari pertama bisa dilihat di September dan 9-hari-nya-survivor. Lanjut mengenai hari ke-2 dan hari ke-3.

 

11 September 2012

Pada hari ini rombongan kami telah sampai di Jawa Tengah dan bis E langsung cus ke Kudus. Tau tempat tujuan kami? Yup! Betul! PT Djarum Kudus. Sebelum menuju tempatnya, kami sempat berhenti sebentar (sepertinya di lampu merah). Tiba-tiba ada seorang bapak dan mbak yang naik ke masing-masing bis. Saya cukup kaget. Ternyata beliau adalah yang akan memberikan pengarahan awal mengenai PT Djarum Kudus. FYI, dari 6 ada 2 bis yang menuju Kudus. Pertama kali, anak-anak bis E ke tempat pengolahan limbah. Wah disini bener-bener keren kalo menurut gue. Ini fotonya

653983170

Setelah itu barulah kami masuk ke laboratorium analisisnya. Waaaaah ini juga keren banget ๐Ÿ˜€ Ada hal-hal yang kita gatau, ada ilmu-ilmu baru yang kita dapatkan di sini.

Sebelum kembali melanjutkan perjalanan, sempetin foto dulu nih.

653982311

Bis E: cuuuuuuus kita kembali jalan.ย  Sorenya kita udah sampe jalur pantura perbatasan Jateng dan Jatim. Lauuuuuuuut! Keren banget aaaaaaaa. Feel nya lebih kerasa juga soalnya bareng temen-temen. ๐Ÿ˜€ Malemnya kita udah bener-bener di Jatim. Yeaaaay! Tidak berapa lama lagi menuju BALI! Woohoo.

 

12 September 2012

Sampai di kotaku!!! Sidoarjo ๐Ÿ™‚

Sebelum itu kami bis E dan bis apa ya lupa (maaf__-) ke Balai Riset dan Standardisasi Industri Surabaya. Di sini yang keren adalah lab. elektro nya gitu. Tentang listrik. Sip banget ini mah, meskipun ga ngerti listrik.

Nah abis itu ke PT Suprama (Surya Pratista Utama). Tau kan? Produsen Mi Burung Dara. Tau kan? Tau dong haha pusing ah. Di sana kita lihat proses jalannya mi dari yang masih tepung sampe jadi kriting nyatu. Dan pas itu lagi syuting Si Unyil. Setelah itu kita solat Ashar dan makaaaaan mi burung dara. Sip deh.

Sebelum ke sana. Sempet ngelewatin Porong. Melihat tanggul besar dengan tulisan aspirasi masyarakat yang bertaburan di dindingnya. Yang paling gue perhatiin dan paling bikin gue sedih adalah rumah-rumah di daerah sana. Udah banyak yang ditinggalin sepertinya. Sepanjang Porong gue cuma bisa tengok jendela kanan kiri ngeliatin kota itu. Sedih banget ๐Ÿ˜ฆ “Porong. Tidakkah kota ini terlihat seperti kota mati? :(“ Bahkan, gue nulis gitu dalam catatan gue. Aaaaa sampe nangis pas itu :”

Gue bersyukur banget dengan perjalanan ini. Gue belajar banyak hal, gue lebih memerhatikan banyak hal, gue lebih banyak mendengarkan, gue lebih banyak menulis. Yah, memang, itulah kelebihan sebuah perjalanan. See you soon in next posts.

 

With love,

Dyah

 

Credit : Survivors (Photo), Dyah’s note

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s