Unordinary August

Selamat malam! Apa kabar semuanya? Besok lebaran! Uwoooooh alhamdulillah yah
Ehehehe sepertinya selama bulan Agustus ini saya terlalu menyembunyikan diri. Melihat, mendengar, merasakan banyak hal selama sebulan ini tapi belum membaginya. Benar kan?
Rasanya kalender Agustus saya terlalu bersih. Beda dengan bulan-bulan lain yang bahkan sudah tak berbentuk karena catatan-catatan yang saya tambahkan beserta lingkaran-lingkaran berwarna di sekeliling angka. Kalender bulan lain saya penuhi dengan deadline tugas sekolah, deadline tugas sampingan, tanggal lomba, hari-hari besar, sampai yang tidak penting sekalipun. Tapi Agustus benar-benar bersih, hampir transparan agaknya. Meskipun begitu, tetap ada hari dimana saya tidak bisa mengabaikannya

17 Agustus
Pasti tau kan ini hari apa? Hari kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun ini yang ke-66. Pada hari ini saya bangun seperti biasa. Berpakaian seragam rapi dan bergegas ke sekolah. Untuk upacara bendera tentu saja. Saat berangkat, saya niatkan untuk menjadi peserta upacara yang baik. Akan khidmat mengikuti upacara. Namun pada akhirnya saat upacara berlangsung, saya kebagian tugas menjadi petugas yang berdiri di belakang barisan dengan menggunakan syal kuning Palang Merah Remaja. Tibalah pada bagian dimana bendera Merah Putih akan dinaikkan, aba-aba “Hormat grak!” pun terdengar. Sejujurnya saya tidak tau apa yang harus saya lakukan dengan embel-embel syal kuning ini. Apakah tetap seperti peserta upacara atau bagaimana, tapi yang saya yakin saat itu adalah saya harus mengangkat tangan saya dan menghormat pada bendera. Saya merasa saya harus melakukan itu, kewajiban. Entah itu benar atau salah. Menyanyi dalam hati, lagu Indonesia Raya. Pembacaan teks proklamasi dilakukan oleh ibu Kepala Sekolah SMAKBo, ibu Hj. Hadiati Agustine alias ibu Diah. Selalu suka bagian ini :
“Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta”
Upacara hari itu selesai dan ada kejutan buat bu Diah yang berulang tahun tepat tanggal 17 Agustus. Tiap tahun adatnya selalu begini hehe merasakan double kebahagiaan.

So, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H. Minal aidin wal faidzin yaaa πŸ™‚ Maaf kalau selama saya berkata-kata dalam setiap tulisan saya ada hal-hal yang menyinggung dan tidak pada tempatnya. Mohon dimaafkan. Terimakasih dan sampai jumpa πŸ™‚

Mau ngasih salam tempel tapi ga tau harus menemui saya dimana? Kontak aja ke facebook atau twitter untuk tanya alamat saya. Saya tunggu salam tempelnya, tiada kesan tanpa kehadiranmu (apadeh!)

NB : ga nyambung yah dari 17 Agustus tiba-tiba langsung minal aidin wal faidzin, tak apa ya? oke? πŸ™‚
ngomong-ngomong judulnya bener ga itu penulisannya? komen ya kalo salah, jangan diketawain! oke? πŸ™‚

Bye, sampai ketemu di Jerman πŸ™‚

Advertisements

2 thoughts on “Unordinary August

  1. Lho, tunggu, kamu ke jerman? 😯
    Ngiri nih…

    Ah sudahlah, maapin saya lahir batin ya… πŸ˜€

    Like

    • amiin ya Allah (sebenernya saya juga shock ditanyain gitu hahaha). saat ini saya masih di Indonesia, pengen sih ke jerman tapi sekolah menengah aja belum lulus hehe. mohon doanya ya supaya benar2 dapat meraih jerman ehehe. iya sama sama πŸ˜€

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s