Belajar Lagi

Saya bukan tipe orang yang suka merasakan yang namanya terusik. Sayangnya akhir-akhir ini malah banyak yang bikin saya merasa terusik banget. Kadang kesel, tapi kadang coba ngerti posisi mereka. Tapi lama-lama sadar, mending ga usah deket-deket mereka daripada mendem perasaan ga enak gara-gara ditekan terus. Pasti bingung ya apa hubungannya antara terusik dan ditekan? Sama, saya juga bingung hehehe. Yasudah lupakanlah, saya yakin suatu hari saya pasti menemukan sesuatu yang pas.
Akhir-akhir ini banyak temen yang ulang tahun waaaah sudah pada 17 tahun. Dan suatu hari saat ngomongin tentang ulang tahun dan 17 tahun ada sesuatu yang terselip disana. Dan saya baru benar-benar sadar saat itu bahwa hal itu penting namun saya melupakannya begitu saja hehe. Dan hal itu adalah bikin KTP alias Kartu Tanda Penduduk. Wah wah wah, itu hal yang wah banget soalnya pas temen saya ngomong gitu saya langsung shock dengan muka cengo abis nangis. Kenapa cengo? Karena saya benar-benar lupa hihi. Lupaaaaa ckck.
17 tahun saya masih lumayan lama hehe, mungkin itu salah satu sebab saya tidak ngeh mengenai KTP. Sejak hari itu, setiap pagi saat bangun tidur saya selalu merenung. Hari berjalan terus menuju usia saya yang ke-17. Mungkin bagi kebanyakan orang mencapai usia 17 merupakan hal yang sudah sangat dinantikan *sepertinya, saya juga kurang tau sih hehehe*. Tapi bagi saya ada hal yang mengganjal. Saya bukannya tidak mau tapi kalau dilihat kembali mengenai apa yang sudah saya lakukan dan apa yang belum saya lakukan ternyata saya belum bisa memanfaatkan usia saya yang sejauh ini untuk melakukan hal baik. Dan kalau ingat KTP jadi merasa tertampar hehehe yaampun jadi galau sendiri memikirkan ini. Ya Allah… Waktu saya di dunia ini makin berkurang.
Yaampun galau tiada akhir nih hem. Semoga masih ada hal baik yang dapat saya lakukan amiin.

Mengingat saya menulis kalimat yang menyatakan bahwa saya abis nangis pas lagi ngobrol mengenai 17 tahun *ada ko di atas hehe* saya mau cerita nih kenapa bisa begitu. Saya bukan menangis karena cinta, bukan karena patah hati, bukan karena remedial, bukan karena sepatu saya diumpetin pas lagi di perpus atau segudang alasan yang mungkin dipikirkan oleh orang lain hehe. Saya menangis karena abis baca buku yang yaampun-menyentuh-hati-banget. Buku ini berbicara tentang kehidupan *menurut saya*. Buku ini menampar saya untuk merenung dan berpikir tentang nikmat Allah yang tiada putusnya buat diri saya.
Buku ini berjudul Totto-chan`s Children: A Goodwill Journey to the Children of the World (Anak-anak Totto-chan: Perjalanan Kemanusiaan untuk Anak-anak Dunia). Penulisnya yaitu Tetsuko Kuroyanagi menjadi Duta Kemanusiaan UNICEF selama periode 1984 hingga 1997. Dan buku yang saya sebut itu berisi pengalaman beliau saat berkunjung ke banyak negara dan bertemu bermacam anak. Diantaranya anak yang menderita trauma batin akibat perang.
“Bersyukur, bersyukur, bersyukur.” Diluar sana masih ada orang yang merasakan kesulitan yang sama sekali tidak terbayangkan. “Belajar, belajar, belajar.” Masih diberi kesempatan sama Allah SWT. Jangan sia-siain, jangan gampang putus asa lagi. Jangan mengeluh.

Cukup sekian dan terima kasih 🙂
*Endingnya ga banget ya hehe*

Advertisements

2 thoughts on “Belajar Lagi

  1. Baru 17 tahun. Hidup masih panjang. *mungkin*

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s