Kunci Jingga

Akankah kereta itu membawaku pergi?

Jauh, jauhkah dari sini?

Tempat ini pernah membawaku dalam kisah yang paling penuh jingga

Bergantian, kuamati satu persatu detail yang ada di kotak ini

Berharap dapat memaksa semua kenangan itu

Masuk dalam rongga memoriku

Bersaing

Ku lahap semuanya dengan rakus
Mungkin kini aku telah menjadi orang yang paling egois

Aku hampir senang

Namun rupanya takutku lebih besar

Seketika aku menangis

“Tuhan, aku tidak dapat mengingat semuanya. Yang telah aku simpan selalu tumpah kembali. Aku mohon, simpanlah ini untukku.”

Detik itu, mesin mesin sok tau yang berjejer disana tertawa

Mereka buktikan ocehan mereka

Ingatanku mencapai tahap paling limit

Ku tatap delapan pasang mata itu

Senyumku melebar

Aku terkekeh

Kurasakan elusan hangat dirambutku

Mata itu menatapku lekat

Seakan aku adalah bagian tak terpisahkan darinya

“Bunda, kalau kereta itu datang, akan kemana jingga jinggaku? Maukah bunda merawat mereka?”

To be Continue…

Advertisements

4 thoughts on “Kunci Jingga

  1. aduh.. aku gak ngerti… maklum bukan seniman 😦
    salam kenal yaa…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s