SHOP – Buku Murah

For Sale

Second

A Painted House – John Grisham IDR 35.000

Critical Eleven – Ika Natassa

Eleanor & Park – Rainbow Rowell

Homestay 101 – J. Mahameru

Jurai – Guntur Alam

 

Sagra – Oka Rusmini

Tarian Bumi – Oka Rusmini

 

The Brethren – John Grisham IDR 25.000

The Mediator: Twilight – Meg Cabot IDR 23.000

The Rainmaker – John Grisham IDR 35.000

 

When The Wind Blows – James Patterson IDR 25.000

 

Baru (segel)

Milo – Michael Farr IDR 20.000

Runaway – Meg Cabot IDR 30.000

The Bartimaeus Trilogy #2 The Golem’s Eye – Jonathan Stroud IDR 35.000

The Bartimaeus Trilogy #3 Prolemy’s Gate – Jonathan Stroud IDR 35.000

The Mediator: Ninth Key – Meg Cabot IDR 20.000

The Tide Knot – Helen Dunmore IDR 25.000

The Crossing of Ingo – Helen Dunmore IDR 25.000

 

Cara Memesan

Kirim pesan ke WA (085695586390) dengan format

Judul buku:
Nama lengkap:
Alamat: (yang lengkap, termasuk kode pos)
No. HP:
Pengiriman via: JNE-Oke/JNE-Reg/Pos/Wahana (pilih salah satu)

Lain-lain

. Foto & keterangan kondisi buku dapat dilihat di twitter @carstairsbook1 atau instagram @carstairsbook1
. Semua buku asli

Film: Fantastic Beasts and Where To Find Them

Fantastic Beasts and Where To Find Them

Jadi Minggu sampai di Bogor, ngabarin seorang teman eh diajak alias dipaksa buat nonton dan ga dikasih pilihan sama sekali, kami harus nonton ini. Premier film yang sebelumnya katanya hari Jumat eh tetiba maju jadi Rabu menyelamatkan jadwal liburan. Rabu siang jam 11.40 sudah di depan pintu bioskop XXI Botani Square Bogor. Bioskop apa yang buka setelah calon penontonnya berkerumun di luar? Jam 11.54 baru deh dibuka pintunya dan kami adalah pembeli tiket ke-3! -____- Tiket jam 12.30 pun telah di tangan. Sok-sok-an pilih kursi di tengah. Ini premier bro, langsung ada di 3 studio langsung. Ekspektasi besar, meskipun gaktau ini sebenernya filmnya bakal gimana. Cuma tau karangan J.K. Rowling tapi ga tertarik amat.

Menjelang jam 12.30 mulai berjalan dalam gelapnya studio… dan… kosong. Bukan kosong yang gak penuh-penuh amat tapi kosong yang… kosong. Hanya berapa baris yang terisi. Padahal kami datang sudah cukup mepet. Premier… apa… yang… seperti… ini hhh. Mungkin gue harus menangis karena gue mikirin perasaan si sutradaranya 😦 Alasan seseorang maksa gue nonton ini adalah karena pemainnya yang namanya Ezra Miller. Who is this guy actually?

Film pun dimulai.

fantastic-beasts-and-where-to-find-them-poster

Yang gue suka:

  1. Pemain utamanya serasa familiar. Mikir keras pernah liat cowok itu dimana. The way he put his lips together. The stucture of his face especially his mouth and the ways he smile. Freckles sprinkled around his face. Duh! I’m thinking so hard at that time. And finally in the middle of the movie I recognize him as the one who act as Stephen Hawking in Theory of Everything. The joy was real 😀 😀 😀 I like this movie because I saw someone familiar hahaha.
  2. The Beasts. Binatang-binatang yang kita panggil beast sebenernya adalah binatang yang lucu-lucu banget. Nontonnya gemes sendiri karena berasa bener-bener hewan peliharaan yang kadang nurut kadang bandel setengah mati. Maybe that’s why Scamander said that the beast is not dangerous, he said it several times and he tried to convince everyone about that.

Yang gue gak suka:

  1. Lagu openingnya yang… gak orisinil wkwk. We all know this film is based on novel by J. K. Rowling and the story goes around the wizarding world but I don’t think using that theme song is a good choice tho wkwk. Gaktau kenapa. Aneh deh. Sentimental sendiri jadinya haha. Maybe because that theme song brings back memories about the main story? 😀
  2. Ezra Miller. Kita tau dia adalah alasan someone’s dragging me into cinema just because she really want to watch his movie. That creepy role did not amuse me. Period.

Sepanjang film ini sebenernya gue ketawa terus wkwk entah liat tingkah si “beast” atau gegara mandangin si Scamander aka Stephen di Theory of Everything atau gegara hal lain 😀 😀 Tapi sih gue belum nangkep tentang where to find them nya, mungkin karena gue mau praktekin cari beast yang lucu-lucu itu jadi petunjuk di film tidak terlalu rinci jadi tidak berguna buat gue atau gimana haha. Sama ada hal yang belum jelas dan belum clear tentang asal mula sesuatu wkwk, mungkin dijelasin besok-besok film lain kali haha. Yang jelas sih latar wizarding world nya beda banget dengan yang biasa kita lihat yakni America! Kita gak di Inggris lagi, boy!

fantastic-beasts-and-where-to-find-them-poster-eddie-redmayne

Scamander and his suitcase. Beli koper baru gih bang, dah rusak.

fantastic-beasts-and-where-to-find-them-poster-katherine-waterston.jpg

Teen  aka Tina

fantastic-beasts-and-where-to-find-them-poster-allison-sudol

Queenie. Peran yang terlihat gemulai padahal tangguh.

fantastic-beasts-and-where-to-find-them-poster-dan-fogler

No-maj alias Muggle

fantastic-beasts-and-where-to-find-them-poster-colin-farrell

Kesel bukan main sama Graves

fantastic-beasts-and-where-to-find-them-poster-ezra-miller

Nih. Penyebab kenapa bisa berakhir nonton ini film.

What’s on your mind? Holiday! Part 2

Rabu, 21 Januari 2015

Siapa yang jam 2 siang sudah siap di mobil untuk berangkat ke Stasiun Surabaya Pasar Turi? Saya! *apasih ini ckck*

Kesekian kalinya melewati Jalan Semarang! Yak, tempat sih di Surabaya. Nama stasiunnya sih Surabaya Pasar Turi, tapi tempatnya di Jalan Semarang (wkwk bener ga ya?). Kata mama sih (mama=bude=kakaknya ayah) jalan semarang ini ga berubah, gini gini aja dari dulu. Hmm…

Mau ngapain nih kesana? Tentu saja buat pulang!!! Akhirnya akan kembali menghirup udara Bogor :’) KA Gumarang untuk kesekian kalinya juga mengantarku pulang yihaaaaaa. Seperti pada saat berangkat dimana dapet tempat duduk dikelilingi bapak-bapak (ini jamak), saat pulang pun begitu. Ga ada yang lebih baik kaaaah? Ketemu anak kuliahan kece atau gimana gitu kek wkwkwk. Yah pada akhirnya dan untuk kesekian kalinya berhasil nurunin koper-super-berat dengan kekuatan diri sendiri.

Sampai deh di Stasiun Pasar Senen sekitar jam 2 pagi hari Kamis. Tantangan terberat turun kereta di senen adalah harus naik turun tangga yang gak sedikit. Kali ini juga bawaannya tidak bisa dibilang sedikit. Sedikitnya ada dua tas dan satu koper. Koper-super-berat itu isinya sebagian besar adalah buku, bukan baju (sudah gak jaman bepergian bawa baju banyak, hahaha). Continue Reading